Kamis, 23 Desember 2010

Manusia dan Keindahan


Manusia dan Keindahan
Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah "kecantikan yang ideal" adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.
Manusia setiap waktu memperindah diri, pakaian, rumah, kendaraan dan sebagainya agar segalanya tampak mempesona dan menyenangkan bagi yang melihatnya. Semua ini menunjukkan betapa manusia sangat gandrung dan mencintai keindahan. Seolah-olah keindahan termasuk konsumsi vital bagi indera manusia. Tampaknya kerelaan orang mengeluarkan dana yang relatif banyak untuk keindahan dan menguras tenaga serta harta untuk menikmatinya, seperti bertamasya ke tempat yang jauh bahkan berbahaya, hal ini semakin mengesankan betapa besar fungsi dan arti keindahan bagi seseorang. Agaknya semakin tinggi pengetahuan, kian besar perhatian dan minat untuk menghargai keindahan dan juga semakin selektif untuk menilai dan apa yang harus dikeluarkan untuk menghargainya, dan ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi orang yang dapat menghayati keindahan.
Shelli Vellayati
19510785
1PA01


Rabu, 22 Desember 2010

Manusia dan pandangan hidup



Pandangan Hidup

Manusia adalah makhluk Tuhan yang diberikan akal dan pikiran, serta hati.secara psikologi karakter manusia terbentuk dari tiga unsur, yaitu pikiran, hati nurani, dan hawa nafsu.ketiganya ini harus barjalan dengan seimbang dan saling mengendalikan satu sama lain untuk menjadikan karakter yang baik pada manusia tersebut.Maka, manusia semasa hidupnyadalam setiap pekerjaan dan kegiatannya selalu menggunakan ketiga unsur tersebut,sejak dilahirkan, manusia tentu saja telah memilki karakter bawaan dari orang tuanya, dan memiliki berbagai macam pengalaman semasa hidupanya samapi dia dewasa. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya pandangan hidup yang berbeda - beda pada setiap orang.
Taukah anda apa itu pandangan hidup ? Pandangan Hidup merupakan suatu dasar atau landasan untuk membimbing kehidupan jasmani dan rohani. Pandangan hidup tidak hanya berguna bagi individu ataupun manusia , pandangan hidup juga berguna bagi masyarakat dan Negara . Pandangan hidup sering disebut filsafat hidup. Filsafat berarti cinta akan kebenaran, sedangkan kebenaran dapat dicapai oleh siapa saja. Hal inilah yang mengakibatkan pandangan hidup itu perlu dimiliki oleh semua orang dan semua golongan. Pandangan hidup tidak sama dengan cita-cita. Sekalipun demikian, pandangan hidup erat sekali kaitannya dengan cita-cita. Pandangan hidup merupakan bagian dari hidup manusia yang dapat mencerminkan cita-cita atau aspirasi seseorang dan sekelompok orang atau masyarakat.
Setiap manusia harus bekerja keras untuk kelanjutan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha/perjuangan. Perjuangan untuk hidup, dan ini sudah kodrat manusia. Tanpa usaha/perjuangan, manusia tidak dapat hidup sempurna. Apabila manusia bercita-cita menjadi kaya, ia harus bekerja keras.

Shelli Vellayati
19510785
 1PA01

Sabtu, 20 November 2010

Manusia dan Keadilan

2 Sisi Keadilan
Rakyat menangis , rakyat menjerit atas ketidak adilan yang mereka alami . di luar sana , para petinggi-petinggi kita melakukan aktivitas dengan dikelilingi kemewahan . sementara di sisi lain rakyat banyak yang kekurangan . di mana keadilan itu seharusnya ? di sini rakyat merasa tidak adil , namun di sisi lain para petinggi-petinggi kita merasa mereka sudah memberikan semampu mereka . sungguh ironis hal yang terjadi saat ini .
Di sini kita membicarakan tentang keadilan , taukah kalian pengertian dari keadilan itu ? keadilan pada hakikatnya adalah memperlakukan seseorang sesuai dengan haknya . yang menjadi hak setiap manusia adalah diakui dan diperlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya , yang sama martabatnya , yang sama derajatnya , yang sama hak dan kewajibannya , tanpa membedakan suku , keturunan dan agamanya .  lain lagi pengertian keadilan menurut Aristoteles : adalah kelayakan dalam tindakan manusia . Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit . Kedua ujung ekstrem itu menyangkut dua orang atau benda . Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan , maka masing-masing orang akan menerima bagian yang tidak sama  , sedangkan pelanggaran terhadap proposi tersebut berarti ketidak adilan . Lain lagi pendapat Socrates yang memproyeksikan keadilan pada pemerintahan . Menurut Socrates , keadilan tercipta bilamana warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik . Mengapa diproyeksikan pada pemerintah , sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat . Keadilan oleh Plato : diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri, dan perasaannya dikendalikan oleh akal .
Shelli Vellayati
19510785
1PA01

Jumat, 19 November 2010

Maksim Mrvica - Cubana Cubana

Maksim (Olympic Dream)

Maksim - Exodus - (High Quality) - Xen8

manusia dan penderitaan

Resiko hidup manusia


Semua manusia pasti mengalami penderitaan , penderitaan adalah resiko hidup setiap manusia . melalui penderitaan , manusia di uji oleh sang khaliq dalam menjalani hidupnya . apakah ia termasuk manusia yang tabah ataukah ia termasuk manusia yang mudah putus asa . taukah anda apa arti dari penderitaan itu ? Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta artinya menahan atau menanggung . Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan .
Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin . Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia . Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan . Namun peranan individu juga menentukan berat tidaknya intensitas penderitaan . Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain . Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang , atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan .
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya . Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif . Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia , sikap kecewa , putus asa , ingin bunuh diri . Sikap ini diungkapkan dalam peribahasa "sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna" , "nasi sudah menjadi bubur" . Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, misalnya anti kawin atau tidak mau kawin , tidak punya gairah hidup . dari sinilah manusia hidup tidak boleh pesimis karena penderitaan yang dialaminya melainkan manusia hidup harus penuh dengan optimisme dalam menghadapi penderitaan yang dialaminya .


Shelli Vellayati
19510785
1PA01